KPU SLEMAN MELAKSANAKAN RAPAT PLENO TERBUKA DPSHP

Minggu, 22 Juli 2018

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilihan Umum Tahun 2019, Minggu (22/7) bertempat di Crystal Lotus Hotel Yogyakarta. Turut membuka acara sekaligus membacakan tata tertib rapat pleno Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi didampingi komisioner KPU Kabupaten Sleman Imanda Yulianto, Indah Sri Wulandari, Aswino Wardhana dan Haryanta. 
Kegiatan rapat pleno terbuka ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sleman, Partai Politik peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman, juga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut Ahmad Shidqi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut berperan serta dalam tahapan penyusunan Daftar Pemilih Pemilu 2019 termasuk kepada Panwaslu Sleman yang telah memberikan masukan dan tanggapan terhadap DPS dengan harapan terciptanya data yang valid dan berkualitas.

Dalam Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan DPS ditetapkan DPSHP Pemilu Tahun 2019 dengan jumlah pemilih sejumlah 776.635 (Tujuh ratus tujuh puluh enam ribu enam ratus tiga puluh lima) dengan pemilih laki-laki sebanyak 377.983 (tiga ratus tujuh puluh tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh tiga) dan pemilih perempuan sebanyak 398.652 (tiga ratus sembilan puluh delapan ribu enam ratus lima puluh dua) yang tersebar di 17 kecamatan se Kabupaten Sleman. Setelah selesai pembacaan rekap DPSHP dan tidak ada sanggahan dari hadirin maka ditandatangani BA Rekapitulasi DPSHP yang berikutnya dibagikan BA tersebut kepada Dinas Dukcapil, Panwaslu Sleman, KPU DIY dan Kesbangpol Sleman.

Selanjutnya diberitahukan bahwa DPSHP akan diumumkan selama 7 hari terhitung mulai tanggal 26 Juli s.d. 1 Agustus 2018 di seluruh Balai Desa se Kabupaten Sleman dengan harapan masyarakat dapat memberikan tanggapannya kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS). (dok:progdat/om)

 

 

 
Bagikan via media sosial