KPU MENCANANGKAN GERAKAN MELINDUNGI HAK PILIH WARGA NEGARA

Senins, 01 2018

Rapat Koordinasi  Persiapan Kegiatan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu Serentak Tahun 2019 dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Sleman dengan mengundang Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Sleman, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman, Jum’at (28/9) di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Rakor dibuka oleh Plt.Ketua KPU Kabupaten Sleman Imanda Yulianto menjelaskan bahwa berdasarkan Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTHP-1 Tingkat Nasional untuk melakukan penyempurnaan DPTHP-1 secara menyeluruh yang meliputi mengeluarkan data pemilih dari DPTHP-1 apabila masih ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat (pemilih ganda, pemilih belum berusia 17 tahun saat hari pemungutan suara dan belum menikah, pemilih yang telah meninggal dunia dan lainnya), memperbaiki elemen data pemilih apabila ditemukan pemilih yang elemen datanya keliru atau belum lengkap, memasukkan data pemilih apabila ditemukan pemilih yang belum terdaftar. Selanjutnya dalam rangka melindungi hak pilih, KPU Kabupaten Sleman melakukan Gerakan Melindungi Hak Pilih #GMHP pada tanggal 1 sampai dengan 28 Oktober 2018. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah membuka posko pelayanan GMHP di Kantor KPU Kabupaten Sleman, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan, dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan bagi pemilih yang belum terdaftar dalam DPTHP-1. Disampaikan pula KPU Kabupaten Sleman berkoordinasi dengan dinas terkait maupun mahasiswa, perantau, pasien dan LSM selain itu yang sudah pernah dilakukan yakni sosialisasi daftar pemilih.

Aswino Wardhana menjelaskan siapa saja yang berpotensi kehilangan hak pilih antara lain  mahasiswa perantau, orang sakit di Rumah Sakit, panti jompo, asrama atau pondok pesantren, warga lapas, warga apartemen/rusun, difabel, orang yang berada di terminal atau stasiun.

Menurut Indah Sri Wulandari,“Kegiatan yang akan dilakukan KPU Kabupaten Sleman terkait dengan #GMHP antara lain membuka posko di acara Car Free Day di Lapangan Denggung, membuat alat peraga dan bahan sosialisasi serta sosialisasi daftar pemilih kepada kelompok masyarakat berupa forum warga dengan mengundang perwakilan dari panti jompo, difabel, asrama ataupun ponpes" ujar Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat tersebut.

Di akhir Ketua Bawaslu M.Abdul Karim Mustofa menyampaikan beberapa temuan Bawaslu yang akan ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten Sleman. (om/progdat)

Bagikan via media sosial